Kamis, 30 Juni 2011

KERANGKA ACUAN GALANGGANG ALAM PETANI ORGANIK

KERANGKA ACUAN

GALANGGANG ALAM PETANI ORGANIK

dalam rangka Pengembangan Pertanian Organik dan

Adaptasi Mitigasi terhadap Perubahan Iklim serta Pengurangan Resiko Bencana

Kayu Gadang-Kota Padang, 22-23 Juli 2011



Latar Belakang

Gerakan pertanian organik di Sumatera Barat telah dimulai sejak tahun 1990-an dan saat ini telah berkembang di berbagai kabupaten serta menghasilkan berbagai produk organik. Petani-petani organik Sumatera Barat juga telah menghimpun diri menjadi Persatuan Petani Organik. Namun demikian, perkembangan ini bukannya tanpa hambatan dan tantangan. Dari berbagai diskusi petani organik teridentifikasi beberapa isu utama yang kini dihadapi oleh gerakan petani organik, antara lain: adanya fenomena perubahan iklim yang berpengaruh terhadap ekosistem pertanian; belum terkelolanya secara optimal potensi-potensi lokal untuk pengembangan pertanian organik dan perikehidupan berkelanjutan; perlunya penguatan petani organik yang sudah ada maupun penyebaran kekuatan ke petani lainnya; serta perlunya melanjutkan dorongan bagi pengembangan jaringan pemasaran produk organik. Isu-isu diatas perlu digarap bersama oleh petani organik bersama dengan para pihak yang peduli kepada petani.

Pengalaman beberapa tahun terakhir ini menunjukkan adanya banyak perubahan pola iklim yang berdampak terhadap kondisi ekosistem pertanian, diantaranya: perubahan ketersediaan air yang disebabkan oleh pola hujan yang sudah tidak bisa diprediksi lagi (jumlah air yang berlimpah atau kekurangan, terbukti berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan sistem produksi), serta terjadinya perubahan status dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman akibat perubahan suhu, pola hujan, perubahan kelembaban dsb. Mengingat bahwa hal ini berpotensi menyebabkan kerugian bagi petani dari usaha taninya, maka perlu ada upaya mitigasi maupun adaptasi terhadap perubahan iklim ini.

Di sisi lain, potensi lokal yang berlimpah di Sumatera Barat memungkinkan dapat dikelola untuk mengatasi permasalahan tersebut, diantaranya varietas lokal baik padi maupun sayuran lokal yang banyak tersebar diseluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat, namun demikian masih belum terkelola dengat baik, misalnya untuk mengatasi kekeringan pada lahan sawah, misalnya dapat melakukan scrining cekaman kekeringan terhadap berbagai varietas lokal sehingga menemukan beberapa varietas yang cocok untuk mengatasi kekeringan juga didaerah tertentu dapat dihasilkan varietas yang toleran dengan banjir, demikian juga dengan ketahanan varietas terhadap organisme pengganggu tanaman tertentu. Bahan organik yang cukup melimpah dan upaya usaha tani ternak yang cukup baik maka sangat memungkinkan untuk dikelola sebagai bahan menjadi bahan baku pupuk yang tidak menghasilkan NO2 yang menyumbang Gas Rumah Kaca (GRK), sementara kearifan lokal masyarakat petani di Sumatera Barat berkembang dengan baik dengan demikian dapat dikelola untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani saat ini.

Sementara itu, Sumatera Barat juga memiliki modal besar berupa banyaknya Petani-petani Pakar yang memiliki pengetahuan dan keterampilan budidaya yang ekologis yang handal. Para petani pakar selama ini telah berjuang melatih petani lain di banyak tempat. Hal ini memberikan hasil yang positif dalam pengembangan pengetahuan masyarakat petani, dan telah mendorong kemandirian dan pengembangan pengetahuan pertanian dan kerjasama antar petani. Gerakan ini penting untuk didokumentasikan dan di “saling-tukar”kan dengan petani lainnya. Tujuannya adalah agar bisa membangkitkan inspirasi serta mendorong upaya untuk saling memperkuat antar petani dan pada gilirannya akan memperkuat gerakan bertani yang ekologis untuk mengembangkan perikehidupan petani yang berkelanjutan. Upaya pendidikan petani dalam rangka pengembangan pertanian dan petani organik ini telah dilakukan dalam berbagai bentuk Sekolah Lapangan (SL). Pengalaman Sekolah Lapangan yang berharga ini perlu di”kristalisasi” menjadi model-model pendidikan petani untuk mengembangkan kemandirian dan perikehidupan yang berkelanjutan.

Pemda Sumbar saat ini telah mencanangkan Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP) di berbagai kabupaten/kota. Oleh karenanya penguatan petani organik serta pengembangan kerjasama petani – ke – petani serta kerjasama antara petani dan para pihak lain, yaitu pengambil kebijakan, praktisi dan pemerhati pertanian organik menjadi penting.

Produk organik telah banyak dihasilkan oleh petani Sumatera Barat. Namun demikian upaya sosialisasi hidup sehat dan konsumsi produk organik bagi keluarga petani dan masyarakat terdekat, serta marketing produk masih perlu di perkuat. Untuk itu perlu adanya dialog antara sesama petani organik selaku produsen serta dialog antara petani organik dengan praktisi dan para pihak yang menaruh perhatian terhadap pemasaran organik penting untuk dilakukan dalam rangka mendorong kedaulatan petani dalam pasar organik.

“Galanggang Alam Petani Organik dalam rangka pengembangan Pertanian Organik serta Adaptasi dan Mitigasi terhadap Perubahan Iklim “ ini dirancang untuk memberikan ruang bagi petani organik dan para pihak untuk melakukan identifikasi isue-isue penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan memahami esensi perubahan saat ini, sistem produksi yang ekologis, dan menemukan point penting untuk meningkatkan kerjasama antar petani dengan para pihak. Dalam kegiatan ini, pengambil kebijakan, baik Pemerintah Daerah dan DPRD serta pihak-pihak lain yang peduli terhadap petani bersama petani-petani organik Sumatera Barat berkesempatan untuk duduk bersama dan saling memberikan masukan dalam pengembangan pertanian organik ke depan, yang lebih menjamin pengembangan perikehidupan yang berkelanjutan, serta mampu melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.


Tujuan

1. Membangun dialog dan forum kerjasama antar petani dalam rangka mengembangkan gerakan- gerakan pertanian organik serta adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

2. Membangun dialog antara petani organik dengan para pihak.

3. Menggalang dan menyelaraskan dukungan pemerintah dan para pihak terhadap petani dalam rangka pengembangan pertanian organik dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

4. Merumuskan langkah-langkah konkrit untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Sumatera Barat.



Keluaran

1. Terbangunnya jaringan petani organik yang bergerak mengembangkan gerakan pertanian organik serta adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

2. Terbangunnya dialog antara petani organik dengan para pihak dan Pengambil Kebijakan dalam rangka pengembangan gerakan pertanian organik serta adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

3. Adanya rekomendasi bersama tentang:

· Model pendidikan rakyat yang cocok bagi pemberdayaan dan pengembangan kemandirian petani organik

· Sistem pengelolaan potensi lokal untuk mengembangkan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim

· Sistem pengelolaan potensi lokal untuk mengembangkan pertanian organik, energi alternatif dan pengembangan perikehidupan masyarakat yang berkelanjutan

· Sistem pengelolaan jaringan petani dan marketing produk organik

· Sistem pengelolaan dan ketangguhan masyarakat dalam pengurangan resiko bencana



Waktu dan Tempat

Waktu

Galanggang Alam Petani Organik akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juli – 23 Juli 2011

Tempat

Galanggang Alam Petani Organik akan dilaksanakan di P4S Kayu Gadang, Kelurahan Limau Manis Selatan Kecamatan Pauh Kota Padang Propinsi Sumatera Barat



Metode

1. Diskusi Kelompok dan Pleno

2. Pameran, Pemutaran Film dan Panggung Seni

3. Camping

Tidak ada komentar:

Posting Komentar